Mungkin sebagian besar sudah tahu apa itu RPG, tapi mungkin
aja ada yang belum tahu. RPG adalah salah satu genre game, yang merupakan singkatan
dari Role Playing Game. Sesuai dengan namanya, dalam game ini player akan berperan
sebagai orang lain, dan biasanya mengendalikan lebih dari satu tokoh, biasanya
tiga atau empat, yang akan dimainkan dalam waktu bersamaan. Untuk lebih jelasnya
mengenai cara bermain, lihat sesi 4.
Tidak ada yang tahu pasti bagaimana RPG lahir, namun yang jelas RPG mulai dikenal saat video game lahir. RPG pertama mungkin lahir tahun 1987, saat konsol Nintendo sedang berjaya, yang mungkin adalah Legend of Zelda atau Final Fantasy 1. RPG pertama ini mengilhami perusahaan video game lainnya untuk membuat game bergenre serupa. Sejak itulah lahir RPG baru, yang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi RPG semakin banyak berkembang dan mendapat tempat tersendiri di kalangan gamer.
Secara umum, cerita atau ide yang mengilhami RPG secara umum adalah cerita mengenai kebaikan yang akan selalu menang melawan kejahatan. Hanya itu. Tidak ada yang lain. Hanya saja, memang setiap RPG berbeda satu sama lain, baik dalam hal cerita, tokoh, dan banyak lagi. Namun, pada dasarnya, semua RPG bercerita tentang kebaikan versus kejahatan.
Sampai sekarang, sistem pertarungan RPG terus berkembang dan diperbarui sehingga hampir mendekati pertarungan sesungguhnya. Pada dasarnya, ada dua sistem pertarungan dalam RPG, yaitu:
a) Wait-and-see battle
RPG yang menggunakan sistem ini disebut juga old-school RPG karena memang sistem ini dulu sering digunakan dan pertama kali muncul. Pada sistem ini, player memberi perintah pada tiap hero dalam party-nya satu per satu. Setelah selesai, player tinggal wait and see. Sementara player memberi perintah, musuh tidak akan menyerang. Serangan dilakukan bergiliran antara tiap hero dan musuh. Periode ini dinamakan satu ronde. Lalu, siapa dulu yang boleh menyerang?
RPG yang menggunakan sistem ini disebut juga old-school RPG karena memang sistem ini dulu sering digunakan dan pertama kali muncul. Pada sistem ini, player memberi perintah pada tiap hero dalam party-nya satu per satu. Setelah selesai, player tinggal wait and see. Sementara player memberi perintah, musuh tidak akan menyerang. Serangan dilakukan bergiliran antara tiap hero dan musuh. Periode ini dinamakan satu ronde. Lalu, siapa dulu yang boleh menyerang?
Pada RPG jenis ini, ada 3 jenis serangan:
1) Normal battle, yaitu player dan musuh sama-sama mendapat giliran pada ronde pertama.
2) First-strike battle, yaitu player mendapat kesempatan untuk memulai ronde pertama tanpa musuh menyerang.
3) Ambushed battle, yaitu player diserang dulu oleh musuh pada ronde pertama. Pada serangan jenis ini, player baru mendapat giliran saat ronde kedua.
Siapa dulu yang boleh menyerang ditentukan melalui suatu perhitungan sederhana. TIap hero dan musuh memiliki kecepatan yang disebut Agility, Speed, atau yang sejenisnya (lihat bagian 5). Dalam sistem lama, siapapun yang Agility-nya terbesar boleh mulai duluan, diikuti Agility berikutnya, dan seterusnya. Untuk menentukan jenis serangannya, bisa digunakan metode dice roll atau ambil angka acak.
1) Normal battle, yaitu player dan musuh sama-sama mendapat giliran pada ronde pertama.
2) First-strike battle, yaitu player mendapat kesempatan untuk memulai ronde pertama tanpa musuh menyerang.
3) Ambushed battle, yaitu player diserang dulu oleh musuh pada ronde pertama. Pada serangan jenis ini, player baru mendapat giliran saat ronde kedua.
Siapa dulu yang boleh menyerang ditentukan melalui suatu perhitungan sederhana. TIap hero dan musuh memiliki kecepatan yang disebut Agility, Speed, atau yang sejenisnya (lihat bagian 5). Dalam sistem lama, siapapun yang Agility-nya terbesar boleh mulai duluan, diikuti Agility berikutnya, dan seterusnya. Untuk menentukan jenis serangannya, bisa digunakan metode dice roll atau ambil angka acak.
Contoh: dalam party, A memiliki AGL 50, B 68, C 44, dan D 64, menghadapi musuh EE dengan AGL 45, FF 65, dan GG 55. Secara berurutan, yang menyerang adalah B, FF, GG, D, A, EE, dan C. Perlu diingat, ini adalah sistem yang paling sederhana. RPG lainnya mungkin memiliki sistem yang lebih rumit dari sistem ini. Contoh RPG yang menggunakan sistem ini adalah Final Fantasy I-III, semua seri Lufia, dan kebanyakan RPG generasi NES dan SNES (walau generasi PS masih banyak menggunakan sistem ini).
Sistem yang sudah sedikit lebih canggih
yaitu Active Time Battle. Dalam sistem ini, tiap hero memiliki
Active Time sendiri-sendiri. Siapapun yang Active Time-nya penuh pertama kali,
dia berhak melancarkan serangan. Walau begitu, kecepatan penuhnya bar itu tetap
dipengaruhi AGL. Sistem ini dimiliki Final Fantasy IV ke atas dan sekuel Chrono.
b) Real-time battle
Berbeda dengan sistem pertama, pada RPG ini player langsung berhadapan dengan musuh. Player tidak memilih berbagai macam perintah pada heronya, namun langsung menjalankan hero untuk bertarung. Jadi, tidak ada yang namanya perintah Attack, Defense, Magic, Item, dan sebagainya saat bertarung. Tidak ada perhitungan Agility seperti sistem di atas.
Contoh RPG yang menggunakan sistem ini adalah semua seri Legend of Zelda, Diablo, dsb.
Berbeda dengan sistem pertama, pada RPG ini player langsung berhadapan dengan musuh. Player tidak memilih berbagai macam perintah pada heronya, namun langsung menjalankan hero untuk bertarung. Jadi, tidak ada yang namanya perintah Attack, Defense, Magic, Item, dan sebagainya saat bertarung. Tidak ada perhitungan Agility seperti sistem di atas.
Contoh RPG yang menggunakan sistem ini adalah semua seri Legend of Zelda, Diablo, dsb.
Ada juga RPG yang menggabungkan kedua sistem
di atas, misalnya Chocobo's Dungeon 2.
Banyak sekali status yang bertebaran di RPG.
Sekalipun namanya berbeda, mungkin saja efeknya sama. Beberapa RPG biasanya
menghapus status setelah battle selesai. Beberapa lagi membiarkan
status hilang setelah beberapa saat, beberapa lagi membiarkannya sampai disembuhkan.
Berikut ini status-status yang biasanya muncul. Status-status ini juga akan
muncul dalam Our Journey, setelah diadaptasi—akan ada catatan kaki tersendiri
mengenai status di sana.
Poison atau Toxic/Toxin,
beberapa menyebutnya Venom. Ini adalah degradasi HP secara
berkala. Ada yang terjadi saat pertarungan, ada yang terjadi saat orang yang
terkena berjalan. Biasanya status ini tidak bisa membunuh seseorang, sekalipun
HP-nya tinggal 1. Lawannya adalah Regen, yang justru menambah
HP sebagian secara berkala sampai efeknya habis. Perlu diingat, Regen pada
makhluk undead justru berefek sama seperti Poison.
Silence. Status ini paling
menjengkelkan bagi sebagian orang, karena status ini menyebabkan orang ybs
tidak bisa merapal mantera sampai efeknya hilang.
Confuse. Status ini cukup
merugikan. Orang yang terkena tidak akan bisa membedakan kawan dengan lawan,
sehingga semua akan dilawan, tak peduli kawan sendiri.
Petrify atau Shock. Status
ini membuat seseorang tidak bisa bergerak untuk beberapa saat, sehingga tidak
bisa menyerang. Di beberapa RPG, kalau semua hero terkena efek ini,
itu berarti game over.
Istilah yang mirip dengan efek sama adalah Stun. Pada status ini, seseorang tidak menyerang bukan karena dikutuk, tapi karena terpesona melihat kekuatan musuh. Memang di RPG hal ini tidak kelihatan, tapi tunggu dulu di RPN...
Status lain yang mirip adalah Fear. Yang ini efeknya sama, tapi karena ketakutan melihat musuh. Biasanya terjadi kalau melawan monster undead.
Satu lagi yang mirip adalah Numb. Penyebabnya biasanya bermacam-macam, jadi secara umum orang yang mengalami kelumpuhan sementara dikatakan numb.
Istilah yang mirip dengan efek sama adalah Stun. Pada status ini, seseorang tidak menyerang bukan karena dikutuk, tapi karena terpesona melihat kekuatan musuh. Memang di RPG hal ini tidak kelihatan, tapi tunggu dulu di RPN...
Status lain yang mirip adalah Fear. Yang ini efeknya sama, tapi karena ketakutan melihat musuh. Biasanya terjadi kalau melawan monster undead.
Satu lagi yang mirip adalah Numb. Penyebabnya biasanya bermacam-macam, jadi secara umum orang yang mengalami kelumpuhan sementara dikatakan numb.
Stone. Mirip dengan Petrify,
status ini membuat seseorang tidak bisa bergerak karena membatu. Walau
begitu, keuntungannya, serangan apapun tidak akan memberikan damage--kecuali
batunya sendiri hancur. Di beberapa RPG, kalau semua terkena status ini, itu
juga berarti game over.
Zombie. Status ini membuat
seseorang menjadi bersifat undead untuk sementara. Mantra dan benda
penyembuh justru melukai mereka yang terkena status ini.
Death Sentence. Status ini
cukup menegangkan bagi yang terkena. Dalam waktu tertentu, apabila yang merapal
mantra ini tidak dibunuh atau mencabut mantranya, yang terkena mantra ini HP-nya
akan langsung menjadi nol saat itu juga. Tidak ada mantra yang bisa menyembuhkan
status ini dalam sejarah RPG.
Darkness. Ini membuat akurasi
serangan menjadi berkurang, sehingga serangan biasanya meleset.
Sleep. Salah satu status
yang menjengkelkan, seseorang yang terkena mantra ini akan tertidur sampai
beberapa saat atau terkena serangan fisik (serangan magis tidak berpengaruh
sekalipun itu menimbulkan MHD).
Death. Banyak kontroversi
tentang status ini, mengingat hero tidak benar-benar mati kalau
HP-nya nol. Orang yang terkena status ini tidak dapat melanjutkan pertarungan
sampai (istilahnya begitu) dibangkitkan lagi. Akan lebih baik kalau status
ini dikatakan sebagai Faint (pingsan), seperti yang dilakukan
Prokion/Contrail dalam Legend of Legaia (walau, kenyataannya, mereka tidak
benar-benar pingsan...)
Slow. Status ini berarti
melambatkan gerak yang terkena status (mengurangi AGL untuk sementara) sampai
pertarungan berakhir. Lawannya adalah Haste, yang walaupun
membuat chara menjadi lebih cepat, ketepatan serangannya berkurang.
sumber : http://www.rpgfantasy.web.id/seluk_beluk/index.html
sumber : http://www.rpgfantasy.web.id/seluk_beluk/index.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar